Pusat


Suntikan BPJS Kesehatan Rp10 T Ludes untuk Bayar Tunggakan RS

Tanggal Berita : 10-01-2019 || Unit : Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat


Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengaku sudah menerima suntikan dana dari pemerintah sebesar Rp10,1 triliun guna menambal defisit anggaran. Seluruh dana tersebut pun kini sudah habis untuk membayar tagihan rumah sakit.


Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris menjelaskan pihaknya sudah memperoleh seluruh suntikan dana dari pemerintah. Dana tersebut pun seluruhnya sudah digunakan untuk membayar kewajiban kepada rumah sakit.


"Sudah selesai (suntikan dana pemerintah Rp10,1 triliun) dan sudah digunakan untuk membayar kewajiban," ujar Fachmi di Jakarta, Rabu (9/1).


Suntikan dana pemerintah pada BPJS Kesehatan sebelumnya dikucurkan dalam dua tahap, masing-masing sebesar Rp4,9 triliun dan Rp5,2 triliun. Suntikan dana tersebut diberikan sesuai dengan hasil audit pertama dan kedua yang dilakukan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) kepada BPJS Kesehatan. 


Kendati suntikan dana dari pemerintah sudah habis, Fachmi mengaku masih ada tagihan rumah sakit di tahun lalu yang belum diselesaikan pihaknya. Saat ini, BPKP pun tengah melakukan proses audit tahap ketiga, yang antara lain juga mengaudit tagihan rumah sakit di tahun lalu. 


"BPKP terus berproses. Pelayanan rumah sakit berjalan terus, hari ini selesai, tentu akan muncul tagihan baru," jelas dia. 


Audit tahap ketiga ini ditargetkan rampung pada bulan ini. Selain memeriksa tagihan rumah sakit, BPKP juga mengaudit sistem antara BPJS Kesehatan dan seluruh rumah sakit rekanan BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia. 

Ini berbeda dengan audit sebelumnya yang fokus pada kondisi keuangan dan arus kas BPJS Kesehatan, maka audit kali ini meninjau

Download Kliping

Narasumber  :  Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris
Kategori  :  Kemandirian Ekonomi atau Kedaulatan Ekonomi
Jenis Media  :  Online
Nama Media  :  kontan.co.id