Pusat


Antara Iuran dan Pengeluaran Tidak Sinkron, Bikin BPJS Kesehatan Defisit

Tanggal Berita : 04-11-2018 || Unit : Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat


Direktur Utama BPJS Fahmi Idris menyatakan pendapatan dan pengurangan dana BPJS Kesehatan jika hanya berbasis iuran mis match karena memang belum sesuai hitungan aktuaria. Perhitungan tersebut dilakukan oleh Dewan Jaminan Sosial Nasional dan penetapannya belum sesuai dengan perhitungan idealnya hingga saat ini karena alasan daya beli masyarakat dan lain-lain.

Fahmi menjelaskan bahwa menyikapi hal tersebut, pihaknya memilih opsi suntikan dana tambahan dan ditetapkan dalam regulasi yang ada, daripada opsi pengurangan manfaat. Dari perhitungan terdapat selisih Rp1 triliun setiap bulan sehingga satu tahun menjadi Rp12 triliun, ditambah utang sebelumnya menjadi Rp16,5 triliun. Sedangkan hasil reviu BPKP menyatakan terdapat selisih kurang lebih Rp10 triliun. Namun pihaknya telah menyampaikan ke Menteri Keuangan bahwa perhitungan ini berbeda metodologi dan asumsinya, sehingga BPJS melakukan reviu kedua untuk menentukan kebutuhan dana untuk suntikan dana tambahan.

Download Kliping

Narasumber  :  Direktur Utama BPJS Fahmi Idris
Kategori  :  Tata Kelola Pemerintahan dan Reformasi Birokrasi
Jenis Media  :  Cetak
Nama Media  :  Rakyat Merdeka