Pusat


Pembangunan Puskesmas dan RSUD terindikasi Ada Kecurangan

Tanggal Berita : 19-09-2018 || Unit : Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat


Pembangunan 30 Puskesmas dan dua rumah sakit (RSUD Cipayung dan Kebayoran Lama) di Jakarta pada tahun 2016-2017, yang menelan biaya hampir Rp 1 Triliun mengalami keterlambatan jadwal penyelesaian tidak terendus aparat penegak hukum.

 Permasalahan ini terkait dengan pembangunan instalasi pengolahan air limbah dan penentuan harga per meter bangunan yang diduga terindikasi mark up hingga Rp 450 milyar.

 Berdasarkan data, pembangunan 30 puskesmas itu menggunakan standar harga Rp 7 juta per meter dan dianggap ada dugaan mark up sebab ada pembandinganya yakni Dinas Pendidikan DKI yang mengunakan standar per meter hanya Rp 3,9 juta. BPK juga telah mendapatkan temuan sebesar Rp 9,9 miliyar atas proyek tersebut.

 Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Prabowo Soenirman meminta Inspektorat, BPKP untuk melakukan audit investigasi dan jika benar , agar untuk dilaporkan ke aparat yang berwenang.

Download Kliping

Narasumber  :  Anggota Komis E Prabowo Soenirman
Kategori  :  Penegakan Hukum dan KKN
Jenis Media  :  Online
Nama Media  :  poskotanews.com