Pusat


BPJS Kesehatan Terus Defisit , JK Pastikan Tak Naik

Tanggal Berita : 08-08-2018 || Unit : Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat


Waki Presiden Jusuf Kalla memastikan iuran peserta BPJS Kesehatan tidak akan berubah meski lembaga pelaksana jaminan sosial itu terus mengalami deifisit anggaran.

Defisit anggran BPJS Kesehatan tahun ini diprediksi Rp 11,2 trilliun. Jumlah tersebut meningkat dari defisit tahun lalu sebesar Rp 9,75 trilliun.

Menurut JK, defisit terjadi karena besaran iuran senantiasa di upayakan terjangkau, sepanjang empat tahun layanan itu berjalan hingga saat ini. Di sisi lain, bentuk manfaat yang di terima para persertanya terus bertambah banyak.

JK memastikan , Pemerintah pada tahun ini akan kembali menalangi defisit anggaran BPJS Kesehatan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN. JK meminta BPK dan BPKP untuk melakukan audit yang tetap terhadap BPJS Kesehatan sehingga besaran defisit juga di talangi dengan akurat. BPKP,BPK, harus turun tangan untuk mengaudit semua itu.

Download Kliping

Narasumber  :  Wakil Presiden Jusuf Kalla
Kategori  :  Kesejahteraan Rakyat
Jenis Media  :  Online
Nama Media  :  viva.co.id