Pusat


Polda Buka Penyelidikan Dugaan Penggelapan Barbuk

Tanggal Berita : 09-08-2017 || Unit : Perwakilan BPKP Provinsi Nusa Tenggara Timur


Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda NTT tetap memproses hukum kasus dugaan penggelapan barang bukti kasus korupsi dana konsumsi pelantikan Bupati Wabup TTS 2014 silam oleh jaksa penyidik Kejari TTS berupa kuitansi pembelian snack dari Toko Mutiara di Soe senilai Rp 51 juta. Saat jaksa meminta BPK NTT menghitung kerugian negara dalam kasus tersebut, kwitansi dimaksud tidak diserahkan jaksa sehingga tidak ikut diperhitungkan oleh tim auditor BPK. Adapun hasil audit BPK menemukan kerugian negara Rp 37.527.272.73, dan dengan hasil tersebut, jaksa menetapkan Salmun Tabun sebagai tersangka. Padahal, jika kwitansi tersebut diserahkan jaksa ke BPK untuk diaudit, maka seyogianya tidak ada kerugian negara.

Download Kliping

Narasumber  :  Jules Abraham Abas
Kategori  :  Penegakan Hukum dan KKN
Jenis Media  :  Cetak
Nama Media  :  Timor Express